<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-739580771517622764</id><updated>2011-11-28T07:48:52.113+07:00</updated><title type='text'>Light of Islam</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kilau-islam.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739580771517622764/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kilau-islam.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>bukeuzi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_u86flxDDtQE/SNHck-C0T8I/AAAAAAAAAAY/LcyxuCztZSw/S220/Gambar049.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739580771517622764.post-4831908558863058165</id><published>2010-03-02T22:59:00.000+07:00</published><updated>2010-03-02T22:59:45.808+07:00</updated><title type='text'>Menjaga Lisan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://spirittoc.com/wp-content/uploads/2008/09/cb_lelaki-tutup-mulut_bm.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" kt="true" src="http://spirittoc.com/wp-content/uploads/2008/09/cb_lelaki-tutup-mulut_bm.jpg" width="225" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Islam, Ibnu Taimiyah berkata: Aneh sekali, ketika orang mudah menjaga diri dari memakan makanan haram, berbuat zalim, mencuri, minum khamer, melihat perkara yang diharamkan, dsb; tetapi, dia sulit menjaga gerakan lisannya, sehingga Anda melihat orang yang beragama, zuhud dan ahli ibadah, tetapi ucapannya dimurkai Allah, dan dia tidak peduli..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak Anda lihat, orang wara’ dari perkara keji dan zalim, sementara lisannya lancang menebar kebohongan terhadap orang yang hidup dan mati, tapi dia tidak hirau terhadap apa yang diomongkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739580771517622764-4831908558863058165?l=kilau-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739580771517622764/posts/default/4831908558863058165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739580771517622764/posts/default/4831908558863058165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kilau-islam.blogspot.com/2010/03/menjaga-lisan.html' title='Menjaga Lisan'/><author><name>bukeuzi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_u86flxDDtQE/SNHck-C0T8I/AAAAAAAAAAY/LcyxuCztZSw/S220/Gambar049.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739580771517622764.post-3264149053232830373</id><published>2010-03-02T22:55:00.000+07:00</published><updated>2010-03-02T22:55:36.171+07:00</updated><title type='text'>Akhlak Para Sahabat : Zuhud</title><content type='html'>Rasulullah saw bersabda:Sahabat-sahabatku itu bagaikan bintang-bintang. Dengan (sahabat-sahabat) manapun kalian mengarahkan (pandangan)-nya, maka (keberadaannya) menjadi petunjuk bagi kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zuhud&lt;br /&gt;Dari Jundab bin Abdullah al-Bajali, ia berkata: “Aku datang ke Madinah guna menimba ilmu, lalu aku masuk ke masjid Rasulullah saw. Maka di dalamnya orang-orang membentuk beberapa halqah guna membahas berbagai perkara. Aku kemudian mengikuti semua halqah itu, hingga tiba pada satu halqah yang di dalamnya ada seorang laki-laki yang kurus, ia memakai dua buah baju seakan-akan baru tiba dari satu perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mendengarnya berkata: “Celakalah mereka yang memiliki kekuasaan dan mempunyai kedudukan. Tiadalah obat yang bisa menolong mereka.” Aku mengira bahwa ia mengatakan hal itu berkali-kali. Aku duduk mendekatinya, ia menerangkan fatwanya, kemudian berdiri. Aku menanyakannya pada yang hadir setelah dia berdiri: “Siapa gerangan orang ini?” Mereka menjawab: “Inilah sayyidul muslimin (pemimpin kaum Muslim) Ubay bin Kaab“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku mengikutinya, hingga tiba dirumahnya. Ternyata rumahnya begitu usang, begitu pula dengan bentuknya. Ia seorang laki-laki zuhud yang tiada bandingannya, walaupun semua orang saling menggabungkan kezuhudannya untuk menandingi kezuhudannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sa’id bin Amir, adalah orang yang selalu sibuk dengan pekerjaan dan tugasnya, dan ia berhak mendapatkan gaji yang besar karenanya, tetapi ia hanya mengambil apa sekedarnya untuk mencukupi diri dan isterinya saja, membagikan sisanya kepada orang-orang fakir. Pernah dikatakan kepada dirinya: “Bagikanlah kelebihan harta ini secara berlimpah kepada keluarga dan kerabatmu”. Ia malah bertanya: “Kenapa harus pada keluarga dan kerabatku. Demi Allah tidak, aku tidak akan menjual ridla Allah dan menukarnya dengan kerabat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga pernah berkata kepada orang yang meminta-minta padanya: “Aku tidak ingin ketinggalan dari barisan terdepan, yang pertama kali akan masuk surga, setelah aku dengar Rasulullah saw bersabda: Allah mengumpulkan manusia untuk dihisab. Lalu datanglah orang-orang fakir dari kalangan kaum mukminin, mereka segera berkumpul sebagaimana merpati berkerumun, lalu dikatakan pada mereka: Berdirilah kalian untuk dihisab. Lalu mereka berkata: Kami tidak memiliki apapun yang bisa dihisab. Maka Allah berkata: Hamba-hambaku ini berkata benar. Lalu mereka masuk surga sebelum orang-orang lain masuk surga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salman berkeinginan untuk membangun rumah, lalu ia bertanya pada tukang bangunan: “Bagaimana rupa rumah yang akan engkau bangun itu.” Tukang bangunan itu sangat cerdik dan ia mengetahui kezuhudan dan ke-wara’-an Salman, lalu ia menjawab: “Janganlah engkau khawatir, rumah ini hanya sebuah bangunan yang bisa engkau gunakan untuk bernaung dari terik panas matahari, yang bisa engkau tempati untuk melindungimu dari dinginnya malam hari. Jika engkau berdiri di dalamnya, kepalamu akan mencapai langit-langitnya, dan jika engkau berbaring, kakimu akan terantuk ke dindingnya.” Maka Salman berkata: “Ya, kalau seperti itu maka bangunlah rumah tersebut.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datang sebuah hadiah untuk Abdullah bin Umar dari salah seorang temannya yang datang dari Khurasan. Hadiah tersebut berupa pakaian yang sangat halus dan anggun. Sang teman berkata kepadanya: “Aku membawakan baju ini dari Khurasan untukmu, sungguh sangat menyenangkan hatiku jika melihatmu menanggalkan bajumu yang kasar itu, dan engkau kenakan baju yang bagus ini”. Ibnu Umar berkata padanya: “Perlihatkanlah baju itu padaku”. Kemudian ia merabanya, seraya berkata: “Apakah ini terbuat dari sutera?” Sang teman menjawab: “Bukan, baju ini terbuat dari katun.” Abdullah memakainya sebentar, kemudian mengembalikan baju itu dengan tangan kanannya seraya berkata: “Tidak, aku mengkhawatirkan diriku, aku takut baju ini membuat diriku menjadi seorang yang sombong dan angkuh, sedang Allah tidak mencintai orang yang sombong lagi bermegah diri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, Abdullah bin Umar diberi hadiah oleh temannya sebuah bejana yang penuh berisi. Ibnu Umar bertanya: “Apakah ini?” Temannya menjawab: “Ini obat mujarab yang aku bawa untukmu dari Irak.” Ibnu Umar berkata: “Apa khasiat obat ini?” Temannya menjawab: “(Membantu) mencernakan makanan”. Ibnu Umar tersenyum dan berkata pada temannya: “Membantu mencernakan makanan? Sesungguhnya aku tidak pernah kenyang makan makanan selama empat puluh tahun”. Ibnu Umar ra takut, jika pada hari kiamat kelak dikatakan padanya: “Engkau telah menghabiskan segala yang lezat milikmu sepanjang hidupmu di dunia, dan hidup bersenang-senang dengannya”. Sebagaimana ia sering katakan pada dirinya: “Aku tidak membuat bangunan dengan dinding tembok, dan tidak menanam sebatang kurma pun sejak Rasulullah saw wafat”. Maimun bin Mahran berkata: “Aku memasuki rumah Ibnu Umar, lalu aku menaksir segala sesuatu yang ada di rumahnya, mulai dari tempat tidur, selimut dan periuk besar, dan semua perabotannya, aku tidak mendapati nilainya mencapai seratus dirham.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739580771517622764-3264149053232830373?l=kilau-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739580771517622764/posts/default/3264149053232830373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739580771517622764/posts/default/3264149053232830373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kilau-islam.blogspot.com/2010/03/akhlak-para-sahabat-zuhud.html' title='Akhlak Para Sahabat : Zuhud'/><author><name>bukeuzi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_u86flxDDtQE/SNHck-C0T8I/AAAAAAAAAAY/LcyxuCztZSw/S220/Gambar049.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739580771517622764.post-4750887392728984102</id><published>2010-03-02T22:53:00.001+07:00</published><updated>2010-03-02T22:53:59.986+07:00</updated><title type='text'>Hati Layaknya Badan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2010/01/ikhlas.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="236" kt="true" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2010/01/ikhlas.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Hati bisa sakit layaknya badan. Namun akan sembuh jika bertaubat dan bersemangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati bisa galau layaknya kilauan cermin, dan bisa diredam dengan dzikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati pun bisa telanjang seperti badan dan hiasannya adalah takwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati pun bisa dahaga dan lapar, seperti badan, dan minumannya adalah makrifat (mengenal Allah), mencintai-Nya, tawakkal dan kembali kepada-Nya, serta mengabdi untuk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ibn al-Qayyim, al-Fawaid, hal 64.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739580771517622764-4750887392728984102?l=kilau-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739580771517622764/posts/default/4750887392728984102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739580771517622764/posts/default/4750887392728984102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kilau-islam.blogspot.com/2010/03/nafais-tsamarat-hati-layaknya-badan.html' title='Hati Layaknya Badan'/><author><name>bukeuzi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_u86flxDDtQE/SNHck-C0T8I/AAAAAAAAAAY/LcyxuCztZSw/S220/Gambar049.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739580771517622764.post-6485844900590305068</id><published>2010-03-02T22:52:00.001+07:00</published><updated>2010-03-02T22:52:48.166+07:00</updated><title type='text'>Satukan Kalbumu Ketika Membaca dan Mendengar Al Qur’an</title><content type='html'>Jika Anda ingin mendapatkan manfaat dari al-Quran, maka satukan kalbumu ketika membaca dan mendengarkannya. Tautkanlah pendengaranmu. Hadirkanlah kehadiran Dzat yang menyerunya, yaitu Allah SWT yang menitahkannya, karena al-Quran adalah seruan dari-Nya kepada Anda, melalui lisan Rasulullah SAW: (Sesungguhnya dalam hal itu ada peringatan bagi siapa saja yang mempunyai hati.. [Q.s. Qaf: 37])&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;– Ibn al-Qayyim, al-Fawaid, hal. 2.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739580771517622764-6485844900590305068?l=kilau-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739580771517622764/posts/default/6485844900590305068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739580771517622764/posts/default/6485844900590305068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kilau-islam.blogspot.com/2010/03/satukan-kalbumu-ketika-membaca-dan.html' title='Satukan Kalbumu Ketika Membaca dan Mendengar Al Qur’an'/><author><name>bukeuzi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_u86flxDDtQE/SNHck-C0T8I/AAAAAAAAAAY/LcyxuCztZSw/S220/Gambar049.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739580771517622764.post-8182159857380286966</id><published>2010-03-02T22:51:00.001+07:00</published><updated>2010-03-02T22:51:48.071+07:00</updated><title type='text'>Letakkanlah Kematian di Depan Mata</title><content type='html'>LETAKKANLAH KEMATIAN DI DEPAN MATAMU! Wajib bagi orang yang berakal, menyiapkan bekal untuk perjalanannya. Karena dia tidak tahu kapan keputusan Tuhannya (kematian) akan megejutkannya.&lt;br /&gt;Dia juga tidak tahu, kapan akan dipanggil? Orang berakal adalah orang yang memberikan tiap kesempatan kepada haknya. Jika diserang oleh kematian, diapun tampak siap. Dan jika dia meraih impiannya, itu akan menambah kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;– Ibn al-Jauzi, Shaid al-Khathir, hal. 4.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739580771517622764-8182159857380286966?l=kilau-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739580771517622764/posts/default/8182159857380286966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739580771517622764/posts/default/8182159857380286966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kilau-islam.blogspot.com/2010/03/letakkanlah-kematian-di-depan-mata.html' title='Letakkanlah Kematian di Depan Mata'/><author><name>bukeuzi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_u86flxDDtQE/SNHck-C0T8I/AAAAAAAAAAY/LcyxuCztZSw/S220/Gambar049.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739580771517622764.post-1379354262822154490</id><published>2010-03-02T22:50:00.000+07:00</published><updated>2010-03-02T22:50:08.805+07:00</updated><title type='text'>Bekali Diri dengan Ilmu</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/02/a-quran.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" kt="true" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/02/a-quran.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sebaik-baik perkara adalah membekali diri dengan ilmu. Jika seseorang merasa cukup dengan apa yang diketahuinya, maka dia telah diperbudak oleh pikiran (pandangan)-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, dia pun begitu mengagungkan dirinya, sehingga menghalanginya untuk belajar kepada orang lain. Padahal, dengan saling belajar, akan tampak kesalahan (dan kekurangan)-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ibn Jauzi, Shaid al-Khathir, hal 62.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739580771517622764-1379354262822154490?l=kilau-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739580771517622764/posts/default/1379354262822154490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739580771517622764/posts/default/1379354262822154490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kilau-islam.blogspot.com/2010/03/bekali-diri-dengan-ilmu.html' title='Bekali Diri dengan Ilmu'/><author><name>bukeuzi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_u86flxDDtQE/SNHck-C0T8I/AAAAAAAAAAY/LcyxuCztZSw/S220/Gambar049.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739580771517622764.post-7979726590372824647</id><published>2010-03-02T22:49:00.000+07:00</published><updated>2010-03-02T22:49:05.748+07:00</updated><title type='text'>Kebencian Allah Pada Hamba yang Sibuk dengan Perkara yang Tiada Guna</title><content type='html'>Al-Fudhail bin Iyadh berkata, Anda meminta surga kepada-Nya, sementara Anda menghadap-Nya dengan membawa sesuatu yang Dia benci. Aku tidak melihat orang yang begitu minim memperhatikan dirinya, ketimbang Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma’ruf al-Karkhi berkata, tanda kebencian Allah Azza wa Jalla kepada hamba-Nya adalah ketika Dia melihatnya sibuk dengan perkara yang tidak ada gunanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;– Imam an-Nawawi, Bustanu al-’Arifin, hal. 129.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739580771517622764-7979726590372824647?l=kilau-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739580771517622764/posts/default/7979726590372824647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739580771517622764/posts/default/7979726590372824647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kilau-islam.blogspot.com/2010/03/kebencian-allah-pada-hamba-yang-sibuk.html' title='Kebencian Allah Pada Hamba yang Sibuk dengan Perkara yang Tiada Guna'/><author><name>bukeuzi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_u86flxDDtQE/SNHck-C0T8I/AAAAAAAAAAY/LcyxuCztZSw/S220/Gambar049.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739580771517622764.post-6586609784067960527</id><published>2010-03-02T22:47:00.000+07:00</published><updated>2010-03-02T22:47:44.030+07:00</updated><title type='text'>Menjaga Lisan dengan Akal</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2008/11/quran-nafsiyah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" kt="true" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2008/11/quran-nafsiyah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina ‘Ali –Karramallahu wajhah– berkata:&lt;br /&gt;Jika (seseorang) sempurna akalnya, maka ia akan sedikit bicaranya..&lt;br /&gt;Bagi orang berakal, lisan (omongan)-nya berada di belakang akalnya. Namun bagi orang bodoh, akal (pikiran/hati)-nya berada di belakang lisannya…&lt;br /&gt;Lisan itu bagaikan serigala, jika bisa selamat darinya, maka akan selamat..&lt;br /&gt;Akal akan menjaga pengalaman dan sebaik-baik pengalamanmu adalah apa yang bisa memberimu pelajaran.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739580771517622764-6586609784067960527?l=kilau-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739580771517622764/posts/default/6586609784067960527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739580771517622764/posts/default/6586609784067960527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kilau-islam.blogspot.com/2010/03/menjaga-lisan-dengan-akal.html' title='Menjaga Lisan dengan Akal'/><author><name>bukeuzi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_u86flxDDtQE/SNHck-C0T8I/AAAAAAAAAAY/LcyxuCztZSw/S220/Gambar049.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739580771517622764.post-7340627355047209793</id><published>2010-03-02T22:45:00.001+07:00</published><updated>2010-03-02T22:45:37.971+07:00</updated><title type='text'>Tidak Panjang Angan-angan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2010/02/melamun.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" kt="true" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2010/02/melamun.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Orang berakal adalah yang tidak panjang angan-angannya. Karena, siapa saja yang kuat angan-angannya, maka amalnya lemah. Siapa saja yang dijemput ajalnya, maka angan-angannya pun tidak ada gunanya. Orang berakal tidak akan meninggal tanpa bekal; berdebat tanpa hujah dan berbenturan tanpa kekuatan. Dengan akal, jiwa akan hidup; hati akan terang; urusan akan berjalan dan dunia akan berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ibn Hayyan al-Basti, Raudhatu al-’Uqala’ wa Nuzhatu al-Fudhala’)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739580771517622764-7340627355047209793?l=kilau-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739580771517622764/posts/default/7340627355047209793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739580771517622764/posts/default/7340627355047209793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kilau-islam.blogspot.com/2010/03/tidak-panjang-angan-angan.html' title='Tidak Panjang Angan-angan'/><author><name>bukeuzi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_u86flxDDtQE/SNHck-C0T8I/AAAAAAAAAAY/LcyxuCztZSw/S220/Gambar049.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739580771517622764.post-7927823544312165971</id><published>2010-03-02T22:20:00.001+07:00</published><updated>2010-03-02T22:20:41.746+07:00</updated><title type='text'>Berhati-hati Dalam Perbuatan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2008/11/quran-nafsiyah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" kt="true" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2008/11/quran-nafsiyah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Imam Abu Hanifah pernah memberi nasihat kepada anak kecil: “Hati-hatilah, agar kamu tidak jatuh ke lumpur.” Anak kecil itupun membalas nasihat Imam besar itu dengan nasihat: “Hati-hatilah Anda, agar Anda juga tidak terjatuh, karena kalau orang alim yang jatuh bisa membuat dunia pun jatuh.” Setelah itu, beliau pun tidak berani mengeluarkan fatwa, kecuali setelah mempelajarinya selama sebulan penuh dengan murid-muridnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ibn ‘Abidin, Muqaddimah Hasyiyah Ibn ‘Abidin)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739580771517622764-7927823544312165971?l=kilau-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739580771517622764/posts/default/7927823544312165971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739580771517622764/posts/default/7927823544312165971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kilau-islam.blogspot.com/2010/03/berhati-hati-dalam-perbuatan.html' title='Berhati-hati Dalam Perbuatan'/><author><name>bukeuzi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_u86flxDDtQE/SNHck-C0T8I/AAAAAAAAAAY/LcyxuCztZSw/S220/Gambar049.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739580771517622764.post-7249319451793232691</id><published>2010-03-02T22:18:00.000+07:00</published><updated>2010-03-02T22:18:42.350+07:00</updated><title type='text'>Ilmu dan Adab</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/06/al-quran.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" kt="true" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/06/al-quran.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Abu Zakaria al-Anbari berkata: Ilmu tanpa adab bagaikan api tanpa kayu bakar. Adab tanpa ilmu bagaikan ruh tanpa jasad (Imam as-Sam’ani, Adab al-Imla’ wa al-Istimla’; al-Khathib al-Baghdadi, Kitab al-Jami’, juz I, hal 17).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, ilmu dan adab harus menyatu dalam diri Muslim, dan semestinya semakin berilmu, harus semakin beradab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739580771517622764-7249319451793232691?l=kilau-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739580771517622764/posts/default/7249319451793232691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739580771517622764/posts/default/7249319451793232691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kilau-islam.blogspot.com/2010/03/ilmu-dan-adab.html' title='Ilmu dan Adab'/><author><name>bukeuzi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_u86flxDDtQE/SNHck-C0T8I/AAAAAAAAAAY/LcyxuCztZSw/S220/Gambar049.jpg'/></author></entry></feed>
